Banyaknya Pelanggaran, Masih Minimnya Kesadaran Masyarakat

Home / Berita / Banyaknya Pelanggaran, Masih Minimnya Kesadaran Masyarakat
Banyaknya Pelanggaran, Masih Minimnya Kesadaran Masyarakat Pengendara sepeda bermotor saat diperiksa anggota polisi dalam Operasi patuh Semeru 2018. (FOTO: Robert/TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, PASURUANKapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengungkapkan keprihatinannya,soal tingginya pelanggaran yang dilakukan para pengendara kendaraan bermotor di Kabupaten Pasuruan selama pelaksanaan Operasi patuh Semeru 2018. Termasuk masih banyaknya pelanggaran pengendara anak di bawah umur.

“Kami akan terus sosialisasikan keamanan dan keselamatan berlalu-lintas kepada masyarakat pengguna jalan, termasuk juga ke sekolah-sekolah,” tandas Kapolres, Kamis (10/5/2018).

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Polri diharapkan dapat mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban lalu lintas (kamseltibcar lantas), meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta membangun budaya tertib berlalu lintas.

"Kami dari kepolisian, khususnya jajaran Satlantas tentu tidak bisa melakukan sendiri. Diperlukan sinergitas antarpemangku kepentingan dalam menemukan akar masalah dan solusinya. Termasuk juga perlunya peran serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kamseltibcar lantas," urai Kapolres.

Sementara itu menurut Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Erika Purnama Putra, bahwa tujuan dari Operasi Patuh Semeru 2018 adalah untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas.

Kasatlantas juga mengungkapkan bahwa dalam Operasi Patuh Semeru 2018, terdapat 7 pelanggaran prioritas yang menjadi target dalam operasi tersebut. Diantaranya, pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, dan pengendara atau pengemudi kendaraan yang melanggar arus. 

Selain itu, pengendara atau pengemudi yang menggunakan HP saat berkendara, pengendara atau pengemudi dalam pengaruh alkohol, serta pengendara atau pengemudi yang melebihi batas kecepatan maksimal.

AKP Erika juga berpesan kepada para pengguna kendaraan bermotor, hendaklah saat mengendarai kendaraan bermotor selalu melengkapi dengan dokumen yang sah, baik dokumen kendaraannya maupun pengendaranya, seperti STNK dan SIM.

“Selain itu kelengkapan dan antribut kendaraan juga harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, serta harus sesuai standar pabrikan," jelasnya.

Kasatlantas berharap agar masyarakat terus meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya, serta menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak memberikan ijin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara di jalan raya. Selain membahayakan anak tersebut, juga dapat membahayakan orang lain.

“Mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Stop Pelanggaran. Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan,” pungkas Kasatlantas Polres Pasuruan ini. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com