Terkait Rekaman Pembicaraan, Menteri BUMN dan Dirut PLN Diminta Transparan

Home / Berita / Terkait Rekaman Pembicaraan, Menteri BUMN dan Dirut PLN Diminta Transparan
Terkait Rekaman Pembicaraan, Menteri BUMN dan Dirut PLN Diminta Transparan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno. (FOTO: JPNN)

TIMESSANGGATTA, JAKARTA – Beredarnya rekaman pembicaraan antara Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir terkait pemembahasan proyek pembangunan terminal penerimaan LNG di Bojonegara, Serang, Banten yang akan digarap PLN dan Pertamina terus menggelinding.

Dalam pembicaraan tersebut terdapat pembahasan soal persentase pembagian saham dan juga muncul nama Pak Ari yang di duga saudara dari Menteri BUMN.

Rini sendiri telah merespons berkembangnya kabar tak sedap yang menimpa dirinya. Namun kata dia, potongan pembicaraan itu tidak utuh dan sudah dilakukan editing.

Lantaran Rini dan Sofyan Basir belum membuka semua isi percakapannya secara utuh, Masyarakat pun bertanya-tanya apa sebenarnya maksud pembicaraan tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan agar kegaduhan dan spekulasi di masyarakat tidak berlarut-larut, maka alangkah baiknya bila Rini dan Sofyan Basir mengungkapnya.

"Bu Rini dan Pak Sofyan Basir harus terbuka terhadap masyarakat, buka saja. Kalau memang katanya tidak ada apa-apa, bukan pembagian fee, ya buka saja. Apa yang susah dengan percakapan itu," katanya saat berbincang dengan TIMES Indonesia, Jakarta, Sabtu (05/04).

Menurut Dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini, apabila percakapan itu dibuka secara utuh, maka masyarakat akan bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah.

Sebagai orang nomor satu di kementerian BUMN, tentunya Rini harus memberikan teladan dan menerapkan Asas-asas umum pemerintahan yang baik, khususnya transparansi.

"Bernegara itu harus berdasarkan asas transparansi, Kalau bernegara tidak siap dengan transparansi, ya mundur saja," ujarnya.

Sekedar informasi, Sebelumnya, Rini telah melaporkan kasus tersebut ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, pasalnya dia merasa namanya dicemarkan oleh rekaman tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com