Siswa SMPN 5 Sidoarjo Nikmati Layanan Kartu Brizzi dari BRI

Home / Berita / Siswa SMPN 5 Sidoarjo Nikmati Layanan Kartu Brizzi dari BRI
Siswa SMPN 5 Sidoarjo Nikmati Layanan Kartu Brizzi dari BRI Ceremony penyerahan bantuan E-kantin sekaligus penandatangan kerjasama SMPN 5 Sidoarjo dengan BRI, Jumat (4/5/2018).(FOTO : Lely Yuana/ TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, SURABAYABRI meluncurkan Brizzi sekaligus ceremony E-kantin di SMPN 5 Sidoarjo, Jalan. Untung Suropati No.24, Jumat (4/5/2018). Sekolah dan bank melakukan kerjasama untuk branding E-Kantin, yaitu sistem pembayaran non tunai dengan menggunakan E-money kartu Brizzi dari BRI.

Sebagai alat transaksi  pembelian makanan dan minuman di kantin sekolah, E-kantin dipegang oleh managemen dengan sistem kasir bersama. Keuntungan transaksi dengan E-kantin lebih praktis karena anak-anak tidak perlu membawa uang tunai. Selain itu, orang tua juga lebih bisa mengontrol uang saku anaknya.

“Anak-anak lebih bisa terjamin membeli makanan sehat yang disediakan di kantin karena e-money tidak bisa digunakan di PKL,” terang Triyono Priyo Saputro, Manajer Pemasaran BRI Surabaya Kusuma Bangsa.

Siti Latifah, kepala sekolah SMPN 5 Sidoarjo mengatakan bahwa program tersebut juga berguna mengenalkan perbankan kepada para siswa.

“Semoga kelak siswa bisa mengelola keuangan sendiri. Minimal kita bisa mendidik mengenai transaksi perbankan seperti apa,” tandasnya.

Dalam ajang Bazar Day sekaligus peluncuran sistem E-kantin ini, kartu Brizzi menjadi layanan non tunai di lingkungan sekolah. 

“Dimanajemen oleh pihak bank dan sekolah untuk transaksi bersama, di mana uang tunai diganti struk,” jelas Arita Ratno Sari, pimpinan E- kantin.

Selain mengedukasi siswa untuk antri, pemanfaatan sistem yang sudah diuji coba sejak Februari lalu itu juga berguna untuk menjaga cashless payment dan menghidupkan segi usaha sekolah.

“Kami melatih anak - anak untuk jajan tanpa menggunakan uang sehingga bisa mengatur uang dengan baik,” imbuh Arita. 

Pedagang juga bisa lebih fokus berjualan karena tidak perlu menerima uang tunai dan sibuk mencari kembalian dan mengurangi resiko makanan tidak terbayar, karena anak-anak harus menyerahkan struk untuk ditukar dengan makanan/minuman. Uang jualan berupa pecahan uang besar setelah klaim memudahkan pedagang untuk menghitungnya, di mana klaim bisa dilakukan pada hari yang sama. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com