Indikator
  • Undercontruction

Pemprov Riau Bertekad Jadikan Riau Pusat Budaya Melayu, Tim Ekspedisi Gubernur Mendukung

Home / Peristiwa - Nasional / Pemprov Riau Bertekad Jadikan Riau Pusat Budaya Melayu, Tim Ekspedisi Gubernur Mendukung
Pemprov Riau Bertekad Jadikan Riau Pusat Budaya Melayu, Tim Ekspedisi Gubernur Mendukung Gubernur Riau (kanan) dan ketua tim Ekspedisi Gubernur saat paparan program. TIMES Indonesia mendukung penuh menjadikan Riau Pusat Budaya Melayu pada 2020. (FOTO: Rizki Dwi Putra/TIMES Indonesia)

SANGATTATIMES, PEKANBARUGubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada Tim Ekspedisi Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada Rabu (12/9/2018) di Kantor Gubernur menyampaikan visi Pemprov untuk menjadikan Riau Pusat Budaya Melayu pada 2020.

Menurut gubernur yang akrab disapa Andi ini, Riau adalah tanah tumpah melayu di mana menyimpan ragam kekayaan warisan budaya melayu. Baik berupa peninggalan fisik maupun non fisik seperti bahasa, kesenian, adat istiadat dan sebagainya.

"Riau adalah tanah tumpah melayu, bahkan bahasa Indonesia kosakata-nya mayoritas berasal dari bahasa melayu yang ada di Riau ini," terang Andi.

Dalam upaya mencanangkan Riau sebagai Pusat Budaya Melayu, Pemprov Riau melalui Dinas Kebudayaan melakukan berbagai upaya. Di antaranya menggali dan melestarikan ragam kebudayaan melayu dengan menginventarisasi dan mendaftarkannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI hingga UNESCO.

"Sudah ada total 33 warisan budaya non fisik terdaftar di Kemendikbud. Di antaranya Zapin, Silat, Pacujalur, bahkan Pantun. Semuanya sedang proses kita daftarkan ke UNESCO," terang Andi.

Sementara Kabid Pelestarian Adat dan Nilai Budaya Dinas Provinsi Riau Oka Pulsiamitra menyebut tahun ini di Paris, pantun akan ditetapkan sebagai warisan budaya Melayu oleh UNESCO. Kemudian menyusul tahun 2019 silat akan didaftarkan ke UNESCO.

Oka juga menyampaikan Riau telah menjadi pusat Zapin di dunia. "Tari Zapin di Riau jadi rujukan karena paling asli dan paling halus belum terkontaminasi budaya modern," jelas Oka.

Dalam upaya penggalian dan penetapan Riau Pusat Budaya Melayu tersebut, Oka menjelaskan Dinas Kebudayaan perlu melakukan kajian mendalam dan membuat naskah akademik untuk kemudian diujikan dihadapan para pakar dan Guru Besar di Bidang Kebudayaan. Tim Ekspedisi Gubernur dan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) pun bertekad membantu program istimewa gubernur ini. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com